ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN
Sejarah Algoritma
Pengertian Algoritma
Algoritma secara sederhana merupakan urutan langkah-langkah logis untuk menyelesaikan masalah yang disusun secara sistematis. Algoritma
adalah Sistim kerja komputer memiliki brainware, hardware, dan software.
Tanpa salah satu dari ketiga sistim tersebut, komputer tidak akan
berguna. Kita akan lebih fokus pada software komputer. Software terbangun
atas susunan program. Untuk menyusun program
atau syntax, diperlukannya langkah-langkah yang sistematis dan logis
untuk dapat menyelesaikan masalah atau tujuan dalam proses pembuatan
suatu software. Maka,Algoritma berperan penting dalam penyusunan program
atau syntax tersebut.
Pengertian
Algoritma adalah susunan yang logis dan sistematis untuk memecahkan
suatu masalah atau untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam dunia komputer,
Algoritma sangat berperan penting dalam pembangunan
suatu software. Dalam dunia sehari-hari, mungkin tanpa kita sadari
Algoritma telah masuk dalam kehidupan kita.
Sejarah Algoritma
Kata algoritma berasal dari latinisasi nama seorang ahli matematika dari Uzbekistan Al Khawārizmi
(hidup sekitar abad ke-9), sebagaimana tercantum pada terjemahan
karyanya dalam bahasa latin dari abad ke-12 "Algorithmi de numero
Indorum". Pada awalnya kata algorisma
adalah istilah yang merujuk kepada aturan-aturan aritmetis untuk
menyelesaikan persoalan dengan menggunakan bilangan numerik arab
(sebenarnya dari India, seperti tertulis pada judul di atas). Pada abad
ke-18, istilah ini berkembang menjadi algoritma,
yang mencakup semua prosedur atau urutan langkah yang jelas dan
diperlukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Masalah timbul pada
saat akan menuangkan bagaimana proses yang harus dilalui dalam
suatu/sebuah sistem (program) bagi komputer sehingga pada saat
eksekusinya, komputer dapat bekerja seperti yang diharapkan. Programer
komputer akan lebih nyaman menuangkan prosedur komputasinya atau urutan
langkah proses dengan terlebih dahulu membuat gambaran (diagram alur)
diatas kertas.
Ciri Algoritma :
Ciri Algoritma :
- Algoritma harus berhenti setelah mengerjakan sejumlah langkah terbatas.
- Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat dan tidak berarti-dua (Ambiguitas).
- Algoritma memiliki nol atau lebih masukkan.
- Algoritma memiliki nol atau lebih keluaran.
- Algoritma harus efektif (setiap langkah harus sederhana sehingga dapat dikerjakan dalam waktu yang masuk akal)
Contoh :
1. Tulis surat pada secarik kertas surat.
2. Ambil sampul surat.
3. Masukan surat ke dalam sampul.
4. Tutup sampul surat mengunakan perekat.
5. Jika kita ingat alamat teman tersebut, maka
tulis alamat pada sampul surat.
6. Jika tidak ingat, lihat buku alamat, kemudian
tulis alamat pada sampul surat.
7. Tempel perangko pada surat.
8. Bawa surat ke kantor pos untuk diposkan.
Contoh flowchart :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar